Kabar yang sangat mengejutkan nih buat gue dan mungkin kalian juga sebagai driver ataupun penumpang setia GrabHitch.

Iya jadi kabarnya tanggal 20 April 2018 ini, Grab bakal menutup layanan GrabHitch bike alias tebengan motor.

Pengumumannya bisa kalian lihat di blog Grab disini.

Dilansir Antara News, menurut Direktur Pemasaran Grab Indonesia, Mediko Azwar, “Saat ini, layanan Grabhitch Bike tengah dalam tahap evaluasi guna menambahkan serangkaian pembaruan teknologi sehingga tidak dapat dinikmati oleh pengguna di Jakarta dan Bandung selama proses tersebut berlangsung.”

guelagi grabhitch

Jika ditafsirkan, Perkataan CMO Grab Indonesia tersebut menyebut GrabHitch Bike ini akan non aktif sementara. Tapi kalau menurut gue sih, Grab bakal menutup layanan ini karena abis akuisisi Uber.

Sungguh sangat disayangkan layanan ini harus ditutup. Padahal bagi gue dan juga sebagian orang, layanan ini bermanfaat. Karena bisa jadi tambah-tambahan biaya transportasi gue.

Biaya bensin motor gue jadi agak terbantu dengan adanya yang nebeng. Ya walaupun gak setiap hari juga ada tebengan tapi ya lumayan juga kalo dihitung. Apalagi ada bonus-bonus juga dari Grab.

Namun mau bagaimana lagi, bukan gue yang punya jadi ya nurut sama yang punya modal. Terpaksa cari tambahan dari pintu lainnya deh.

Muncul pertanyaan, kenapa ya Grab Indonesia menutup GrabHitch ini? Padahal layanan ini unik dan gak dimiliki kompetitornya Gojek atau Uber sebelumnya.

Memang layanan dengan konsep nebeng ini juga dimiliki beberapa startup lain, seperti Nebengers, dan TemanJalan. Tapi Grab sendiri jelas lebih dikenal kebanyakan orang dan tentu pengguna yang banyak.

Lalu kenapa mereka mengalah dengan startup nebeng yang lain. Berikut hasil analisis gue sebagai penikmat startup.

1. Tidak Menghasilkan Profit

Ini dugaan paling kuat menurut gue. Gak adanya profit dari layanan ini. Sejak awal diluncurkan gue ngerasa grabhitch ini hanya ditujukan untuk menambah opsi transport dari Grab itu sendiri.

Menawarkan harga yang lebih murah dari GrabBike sebenernya berhasil menggaet banyak penumpang untuk menggunakan GrabHitch ini. Tapi sepertinya harga yang murah tidak jadi alasan kuat untuk membuat penumpang memilih layanan ini.

Grab tidak mengambil keuntungan, semua yang didapatkan driver langsung masuk ke driver tanpa perlu deposit saldo yang kemudian dipotong oleh pihak Grab.

Karena tidak adanya profit yang dihasilkan tapi effort yang dikeluarkan cukup menguras sumberdaya, maka Grab lebih baik menutup GrabHitch ini.

Tentu kalo gue diposisi Grab mungkin akan berpikiran sama. Lebih baik sumberdaya dialihkan untuk memaksimalkan layanan lain. Apalagi Grab abis akuisisi Uber.

2. Salah Strategi

Mungkin ini lebih ke opini pribadi dan mungkin juga bersifat sok tau. Jadi strategi Grab ini lebih memilih untuk memberikan insentif lebih dibanding tarif perjalanan.

Grab menerapkan harga yang murah untuk tarif perjalanan, bahkan bisa sampai 50% dari tarif GrabBike. Namun untuk menjaga drivernya, mereka memberikan insentif berupa bonus yang saya rasa kurang manusiawi.

Karena untuk mendapatkan bonus tersebut, kita diharuskan melakukan perjalanan yang kurang masuk akal. Misal, bonus diberikan jika kalian melakukan 3 kali perjalanan dalam sehari.

Seperti dipaksa buat ngojek lebih banyak tapi dapetnya gak seberapa.

Hal ini berlangsung hingga Grabhitch ini ditutup. Pihak Grab tidak ingin mencoba sebaliknya yaitu memberikan tarif perjalanan yang tidak terlalu jauh beda dengan tarif Grabbike.

Walaupun tidak ada bonus untuk driver, sepertinya strategi ini patut untuk dicoba menurut saya. Namun sampai akhir layanan ini, Grab tetap berpegang teguh dengan harga murah.

Akibatnya apa? Ada di alasan berikutnya.

3. Target Perjalanan Tidak Sesuai Ekspektasi

Akibatnya target success trip tidak terpenuhi. Padahal pengguna banyak, driver pun cukup, namun tak ada perjalanan.

Penyebabnya di alasan sebelumnya, strategi yang diterapkan. Harga yang terlalu murah sangat memanjakan penumpang, tapi tidak untuk driver. Perjalanan yang jauh tapi dapatnya sangat sedikit.

Jika dilihat ke apilkasi, penumpang sangat banyak yang order. Kalau di scroll bisa pegel jempol ngeliat orderan yang banyak.

Tapii..

Gue yang rasional juga mikir mau ngambil orderan yang jaraknya jauh, tapi dapetnya dikit. Ini bukan tentang kurang syukur, tapi memilih yang efektif.

Perlu diketahui nih, sangat jarang yang punya rute sama seperti yang udah diatur di aplikasi driver. Kadang lebih deket, seringnya lebih jauh dari kantor yang bikin gue harus muter lebih jauh.

Akhirnya daripada sama aja dengan biaya bensin yang harus gue keluarin, mending gak ambil orderan. Dan hal ini mungkin lebih sering dilakukan driver.

Ketidaksesuaian dengan rute ditambah pula harga yang murah jadi tidak ada perjalanan yang terjadi.

Someone say, “kan ada bonusnya”. Percayalah bonus dari Grab itu sangat abu-abu. Dalam satu periode itu Grab harus validasi, bahkan bisa jadi perjalanan yang kita lakukan tidak dianggap.

Persyaratan untuk mendapatkan bonus juga terlalu banyak menurut saya. Dan ini menjadi faktor driver lebih baik tidak berharap dari bonus.

Driver akan lebih memilih jarak yang lebih dekat dan sesuai rute perjalanan menuju kantor. Namun hal seperti itu jarang sekali terjadi.

Baca Juga : Persaingan Semakin Ketat, Saatnya Meningkatkan Skill Diri

Mungkin 3 hal tersebut menjadi alasan dibalik berhentinya layanan GrabHitch ini. Tentu mungkin juga ada alasan lainnya seperti kebiasaan buruk penumpang atau driver.

Grabhitch ini menggunakan sistem pesan hingga 1hari sebelum keberangkatan. Jadi penumpang bisa memesan untuk hari esok atau lusa bahkan, lalu driver juga bisa terima rencana perjalanan itu.

Nah gak sedikit yang dialami adalah gak ontime nya salah satu, entah penumpang ataupun driver. Salah satu pihak yang dirugikan jadi enggan untuk menggunakan layanan ini.

Yang pasti Grab mengeluarkan effort lebih banyak dibanding apa yang mereka dapatkan.

Buat kalian yang merasa terbantu dengan adanya layanan nebeng seperti ini, kalian bisa lirik aplikasi lainnya nih seperti Nebengers, TemanJalan ataupun layanan lain yang mungkin akan muncul dimasa yang akan datang.

Tunggu artikel lainnya dari gue. Kalau kalian juga punya alasan dibalik berhentinya GrabHitch ini, bisa juga disampein di kolom komentar ya.

Terima kasih sudah mampir.

Share Yuk: